Nov 202012
 
04

Setiap Perguruan Tinggi pasti ingin menjadi World Class University (WCU), UB juga ingin menjadi World Class Entrepreneurial University (WCEU)Namun banyak yang masih belum mencapai peringkat teratas. Jangan sampai yang awalnya ingin menjadi WCU tetapi tinggal “WC” saja atau jadi WC-Umum. Terus bagaimana supaya bisa menjadi WCU? Jujur saya sendiri kurang begitu tahu karena belum pernah mencoba kuliah di top 10 university di dunia. Kalaupun dibilang isi tulisan ini omong doang, ya terserah saja, tulisan ini hanyalah opini saya dan harapan saya terhadap suatu PT yang bisa dikatakan WCU.

Dari kriteria pemeringkatan yang digunakan ada beberapa hal yang menjadi permasalahan dan harus dicari solusinya.

  • Karakteristik Institusional
    • Staf pengajar internasional: permasalahan yang terjadi adalah bahasa pengajar internasional dan kesiapan mahasiswa akan bahasa yang digunakan. Untuk kelas non-Inggris ini akan sangat susah apabila diajar pengajar berbahasa asing (kecuali untuk bidang ilmu bahasa dan sastra). Untuk kelas Inggris apakah mahasiswa tersebut memang sudah benar-benar siap diajar dan belajar berbahasa Inggris? Kenyataan yang terjadi, masih ada mahasiswa yang kurang begitu bisa bahasa Inggris namun “berani” masuk kelas bahasa Inggris dengan staf pengajar yang belum terbiasa dengan bahasa Inggrisnya.
  • Karakteristik Instruksional
    • Rasio antara mahasiswa dengan staf pengajar: apabila sebanyak-banyaknya mengambil mahasiswa, namun staf pengajarnya tidak memadai apa yang terjadi? Pasti dampaknya ada banyak, staf pengajar pasti capek hanya untuk mengajar, mengoreksi tugas dan ujian, dan tidak cukup waktu untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Pastinya juga berdampak pada skor penelitian. Belum lagi apabila mahasiswa susah diajar dan tidak mau belajar mandiri akibat pemilihan mahasiswa berkualitas yang kurang ketat.
  • Reputasi Penelitian
    • Skor Penghargaan (Nobel, penghargaan dalam bidang ilmu seperti fisika, kimia, kedokteran, ekonomi, matematika)
    • Jumlah artikel publikasi
    • Jumlah peneliti yang dicitasi
    • Jumlah artikel yang diindeks melalui Citation Index

    Seperti penjelasan sebelumnya apabila mahasiswa banyak sedangkan staf pengajar tidak memadai, staf pengajar tidak akan cukup waktu untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat (serta waktu untuk keluarga, dll). Hal yang “biasa” terjadi adalah jumlah kredit staf pengajar biasanya melebihi yang ditentukan dalam satu semester.

  • Karakteristik Mahasiswa
    • Jumlah mahasiswa internasional: Sudah siapkah staf pengajarnya? Sudah memadaikah fasilitasnya? Jangan sampai ada mahasiswa internasional datang, kita tidak siap, dianya kapok dan akhirnya memberitahukan teman-temannya untuk tidak lagi kuliah di sini.
  • Lainnya
    • Skor alumni, seperti jumlah alumni pemenang penghargaan Nobel Prize dan Fields Medal. Biasanya input yang berkualitas baik bahkan sangat baik dapat menjadi output yang sangat baik pula, jarang sekali dari input yang biasa-biasa saja menjadi output yang sangat baik (kecuali kalau dari awalnya memang jenius namun belum terasah).

Sudah siapkah kita dengan WCU?  Apakah dengan fasilitas seadanya kita dapat berharap menjadi WCU atau WCEU? Kalau melihat sekarang ini entahlah. Angan-angan itu pasti ada. Namun melihat kondisi sekarang ini menurut saya sepertinya kok masih belum bisa dikatakan WCU. Misalnya untuk fasilitas akademik, saya sendiri kesulitan mencari jurnal di bidang IT seperti IEEE, ACM, padahal jurnal-jurnal ini sangat penting di bidang sains (untungnya di UI sekarang ini saya bisa dengan mudah mengakesenya). Akhirnya fasilitas Internet hanya digunakan untuk mengakses hal-hal non akademis dan bukannya mengakses jurnal. Padahal dengan adanya akses jurnal bisa membantu mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan ilmu dan riset, serta pastinya menaikkan peringkat Perguruan Tinggi.

Sedangkan fasilitas pendukung non akademik seperti manajemen lalu-lintas dan perparkiran yang kurang baik, Green Campus yang belum tercipta, WC-WC yang masih kurang terawat, ruang-ruang kelas yang terkadang masih kurang bersih, banyaknya mahasiswa keleleran duduk di lantai depan ruang dosen, jalanan yang berlubang ditambah pemandangan tempat pembuangan sampah, tergenangnya jalanan ketika hujan deras, dan entah apa lagi. Semoga saja ke depannya masalah-masalah ini dapat diatasi untuk menjadi WCU.

  One Response to “Menuju World Class Entrepreneurial University?”

  1. Nice post, Mas. Menuju WCU memang membutuhkan banyak kerja keras dan pengorbanan. Dan yang tidak kalah penting, PTN di Indonesia memang memiliki banyak keuntungan karena dukungan Pemerintah.

 Leave a Reply

(required)

(required)

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>