Nov 102012
 

Mulai semester ganjil ini saya memulai kuliah Magister di Universitas Indonesia, tepatnya di Magister Ilmu Komputer (MIK), Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom). Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya kuliah. Saya lulus dari Program Studi Ilmu Komputer Universitas Brawijaya tahun 2007. Hari ini sebenarnya (10 November) bertepatan dengan hari saya diwisuda 5 tahun lalu pada hari yang sama yaitu Sabtu. Saya tidak akan menceritakan dengan wisuda saya, namun tentang kuliah di Fasilkom. Di sini saya menceritakan bagaimana sekilas tentang perkuliahan di Fasilkom UI yang saya ketahui.

Sekilas Tentang Kurikulum MIK

Pertama dari segi kurikulum. Kurikulum Magister Ilkom UI yang saya tempuh mensyaratkan lulus 40 SKS. 40 SKS ini terdiri dari Kuliah Wajib (4 SKS), Kuliah Peminatan Dasar (10 SKS), Kuliah Peminatan Lanjut (16 SKS), dan Tesis (10 SKS). Kuliah Wajib adalah Metodologi Penelitian dan Statisik, dengan Kuliah Peminatan Dasar sebenarnya adalah matakuliah untuk semester akhir/lanjut di S1 Ilmu Komputer, sedangkan Kuliah Peminatan Lanjut barulah matakuliah “sebenarnya” untuk Magister Ilmu Komputer. Tesis sebenarnya dibagi menjadi dua, Proposal  Tesis (2 SKS) dan Tesis (8 SKS), yang mana Proposal Tesis menjadi prasyarat Tesis sehingga harus diambil di semester sebelum mengambil  Tesis. Ada juga Matrikulasi yang harus ditempuh dalam  2 semester awal apabila ada Matakuliah Matrikulasi yang tidak lulus. Matakuliah Matrikulasi antara lain Sistem Operasi, Struktur Data dan Algoritma, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Matematika Diskrit.

Sekilas Tentang Matakuliah Peminatan

Di sini saya hanya menceritakan apa saja yang saya ambil di kuliah semester awal.

Pengolahan Citra

Kuliah Peminatan Dasar menjadi subtopik kali ini. Matakuliah Peminatan Dasar seperti yang sudah dijelaskan adalah matakuliah semester akhir S1 dan mahasiswa Magister pun mengambil matakuliah ini. Awalnya saya mengira menjadi kelas tersendiri, namun ternyata tidak. Kami yang mengambil MIK pun berada dalam satu kelas yang sama dengan mereka yang S1. Hal ini saya ketahui ketika saya mengambil Matakuliah Peminatan Dasar. Namanya peminatan tentunya yang saya minati dan tertarik di dalamnya. Matakuliah yang saya ambil antara lain Pengolahan Citra (Image Processing) dan Perolehan Informasi (atau ada yang menyebut Temu Kembali Informasi; Information Retrieval).

Matakuliah Pengolahan Citra yang pernah saya ambil benar-benar jauh berbeda ketika saya dulu ambil di UB. Saat itu lebih banyak praktik pengolahan citra menggunakan Delphi dan mungkin sebatas pengolahan citra di spasial domain dan point processing seperti image enhancement radiometrik dan geometrik, segmentasi citra seperti clustering dan region growing, serta pengenalan pola sederhana. “The missing chapter” yang baru saya ketahui adalah pengolahan citra di spatial domain seperti image registration dengan GCP,  penggunaan kernel/masking/filtering (sepertinya dulu pernah ada tugas seperti ini namun saya juga lupa),  seperti frequency domain seperti Fourier Transform, Wavelet, Hadamard/Walsh, konvolusi & korelasi, opening dan closing (serta tentunya dilation dan erosion), kompresi dan reduksi citra, dll. Pastinya dulu yang tidak saya pelajari adalah “TEORI”-nya. Memang tidak salah TEORI ITU PENTING untuk dipelajari karena menjelaskan kenapa menggunakan ini, kenapa tidak menggunakan itu, dan ini dulu yang tidak ada (saya tidak tahu kuliah sekarang namun sepertinya sudah diterapkan oleh Bu Dewi). Apa saja tingkatan dan proses yang dilakukan dari Low Level, Intermediate, hingga High Level Image Processing.

Perolehan Informasi

Beralih ke matakuliah Perolehan Informasi. Matakuliah ini tidak ada di Ilkom UB (tapi ada Pemrosesan Teks sebagai dasar dari Perolehan Informasi), namun skripsi saya topiknya adalah Perolehan Informasi. Di sini pun saya mendapat banyak pengetahuan. Matakuliah ini tentang bagaimana mengumpulkan (membuat indeks) kemudian dilakukan pencarian berdasarkan keyword untuk pencarian (query) guna memperoleh informasi dari data tidak terstruktur seperti teks pada web. Dari pre-processing, membuat stemmer, kemudian melakukan indexing, hingga menghitung relevansi dokumen terhadap query. Singkatnya, bagaimana cara kita membuat search engine, algoritmanya tidak sekompleks Google namun masih dasar-dasarnya.

Struktur Data dan Algoritma

Satu lagi matakuliah Matrikulasi yang saya ambil yaitu Struktur Data dan Algoritma (SDA). Lucunya ketika ujian Matrikulasi matakuliah ini saya yakin bisa mengerjakan dan Matematika Diskrit saya tidak bisa. Hasilnya malah kebalikannya, Matematika Diskrit lolos, tapi harus mengambil SDA. SDA yang saya ambil ini termasuk matakuliah dasar untuk Semester 3 (kalau tidak salah) dengan beban yang banyak, apalagi kalau dirasakan oleh mahasiswa S1. Hal ini dikarenakan supaya di semester awal mahasiswa diharuskan bisa (atau dipaksakan bisa) supaya terbiasa membuat program dan algoritma. Bagi saya mungkin sudah biasa karena saya sering coding sehingga sudah lumayan mengenal Struktur Data dan Algoritma yang digunakan. Namun bagi mahasiswa S1 apabila jarang membuat program dengan algoritma yang tidak terasah, mungkin hal ini benar-benar sulit.

Baca selanjutnya » Tugas dan Ujian

 Leave a Reply

(required)

(required)

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>