Jun 122017
 
OAYXGY0

Dalam penulisan tidak jarang ditemui banyak sekali kesalahan penulisan yang tidak memenuhi kebakuan dan tidak sesuai dengan aturan yang dikenal sebagai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Mulai tahun 2015, EBI menggantikan aturan kebakuan yang sebelumnya dikenal sebagai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Saya pribadi merasa aneh kenapa hal ini bisa terjadi, padahal dari sekolah dasar (SD) sampai kuliah sudah mendapat pelajaran Bahasa Indonesia. Tidak heran sepertinya lebih banyak orang yang mendapat nilai Bahasa Indonesia yang jelek dibandingkan nilai bahasa asing lainnya. Hal ini mungkin karena kita cenderung menyepelekan (atau juga ignorant) penulisan yang baik dan benar.  Hal ini diperparah dengan gaya penulisan di pesan singkat, chatting, dll yang “suka-suka”. Imbasnya menulis email ke dosen hingga menulis karya ilmiah seperti skripsi banyak yang tidak tepat, tidak sopan, dan lain sebagainya.

Berikut ini saya rangkum kesalahan umum dan perbaikan yang seharusnya.

  1. Spasi pada penulisan tanda baca
    • Tanda “:” (titik dua): tidak boleh ada spasi sebelumnya. Di Microsoft Word, apabila ada spasi sebelum : maka pasti akan digarisbawahi karena itu adalah penulisan yang salah. Penulisan tanda baca ini sebenarnya bersifat universal, artinya semua bahasa memiliki aturan kebakuan yang sama. Perkecualian untuk pemerian (misalnya penulisan detail Tempat, Waktu, dll pada surat).
      Contoh: antara lain : (salah) –> antara lain: (benar)
    • Tanda “/” (garis miring), “-” (tanda hubung): tidak boleh ada spasi sebelum dan sesudahnya.
    • Tanda “.” (titik), “!” (tanda seru), “?” (tanda tanya): tidak boleh ada spasi sebelumnya tetapi harus ada spasi setelahnya. Titik adalah tanda berhenti penuh, perhatikan di bawah tanda seru, tanda tanya ada titiknya. Fungsinya adalah sebagai penanda akhir kalimat.
    • Tanda “,” (koma),  ”;” (titik koma): sama seperti tanda berhenti penuh, walaupun tanda koma adalah tanda berhenti setengah.
  2. Penulisan imbuhan di-, ke-, kata di
    Penulisan imbuhan di- dan kata di memiliki arti yang berbeda. Namun, banyak sekali salah penulisan, yang entah kenapa banyak yang tidak bisa membedakan apa fungsi keduanya.

    • Imbuhan di-: membentuk kata kerja pasif dari suatu kata kerja dasar.
      Penulisannya harus digabung antara di- kemudian kata dasar.
      Contoh: dipukul, ditetapkan, dianalisis, diatasi, dibuat, dikembangkan, dilaksanakan, dll.
    • Preposisi: kata depan untuk keterangan tempat.
      Penulisannya harus dipisah antara kata di dan kata keterangan tempatnya.
      Contoh: di atas, di bawah, di antara, di mana (pasti harus dipisah!),
  3. Penulisan kata berbahasa asing
    Penulisan kata berbahasa asing harus dicetak miring. Sebisa mungkin gunakan kata padanan berbahasa Indonesia.
    Contoh:

    button (tombol) form (borang) output
    client (klien) update (perbaharui) server (peladen)
    edit (ubah) web system (sistem)
    email (surel/postel) webpage (laman) text (teks)
    file (berkas) mouse (tetikus)
    flowchart (diagram alir) network (jejaring)

    Apabila kata berbahasa asing mendapatkan imbuhan maka kata berbahasa asing harus dicetak miring, awalan/akhiran harus diikuti/diawali dengan tanda – (tanda hubung). Contoh: mem-parsing, meng-crawling, di-stemming, meng-output-kan

  4. Penulisan kata tidak baku
    analisa (salah) → analisis (benar)
    diagnosa (salah) → diagnosis (benar)
    hipotesa (salah) → hipotesis (benar)
    algoritma (salah) → algoritme (benar)
    syaraf (salah) → saraf (benar)
    dimana (salah) → di mana (benar)
  5. Diksi “dimana/di mana” dan “di antaranya”
    • “di mana/dimana”: pada penulisan rumus atau menjelaskan dengan klausa baru, umumnya banyak yang menggunakan kata “di mana/dimana” padahal dalam bahasa Indonesia tidak dikenal kata hubung (konjungsi) “di mana” karena kata “di” adalah preposisi. Kata yang benar untuk penghubung kalimat majemuk adalah “yang mana”, karena yang adalah kata hubung.
    • “di antaranya”: penggunaan di antaranya hanya digunakan apabila sesuatu terletak di tengah-tengah/di antara sesuatu yang lain di kanan dan kiri.
      Apabila ingin menyebutkan beberapa hal yang terkandung di dalam sesuatu, gunakan “antara lain:” bukan “di antaranya”.
  6. Tidak boleh ada ruang kosong di halaman bawahSebisa mungkin tidak boleh ada ruang kosong yang tersisa pada suatu halaman. Biasanya ada ruang kosong karena ada gambar atau tabel yang tidak muat. Sebisa mungkin harus diisi tulisan, misalnya yang ada di halaman belakang dimajukan ke depan, atau gambar yang diperkecil selama masih bisa terlihat, atau tabelnya dipotong (tapi harus hati-hati karena tidak boleh sembarang memotong tabel).

 Leave a Reply

(required)

(required)

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>