Jun 122017
 
45 150p-01

Berikut adalah syarat-syarat bagi mahasiswa yang ingin mengambil skripsi dan ingin saya sebagai Pembimbing 1.

  • Bisa coding. Mahasiswa wajib menguasai salah satu bahasa pemrograman, misalnya Python, C#, Java, Delphi, C/C++,  Golang, dll.
  • Tidak plagiasi. Plagiasi adalah pencurian akademik. Jangan sampai mengambil code, isi skripsi orang lain dan mengaku-ngaku buatan sendiri. Diperbolehkan menggunakan library, framework, atau code dari orang lain (dengan menyertakan selingkung/citation) tapi metode yang utama harus dibuat sendiri.
  • Rajin, tertib, dan disiplin. Mahasiswa harus tertib, bisa membagi waktu, hadir di saat yang telah ditentukan untuk P0, P1, P2, dst.
  • Sekali lagi disiplin, tidak menunggu batas akhir waktu (deadline). Biasanya di akhir-akhir deadline banyak kegiatan di luar kampus, kepanitiaan, ujian skripsi/seminar hasil, bimbingan PKL, dll. Dikhawatirkan apabila “mengandalkan batas waktu” dan “santai” bisa jadi tidak akan bisa bimbingan tepat waktu. Konsekuensinya waktu pengerjaan skripsi akan mundur dan memperlama lulus.

Sebagai Pembimbing 1, bidang penelitian saya antara lain:

  • Temu Kembali Informasi/Perolehan Informasi (Information Retrieval) termasuk Content Based Image Retrieval (CBIR), Multimedia Information Retrieval (MMIR), dll.
  • Pemrosesan Bahasa Alami/Manusia (Natural Language Processing)
  • Penambangan Teks (Text Mining)
  • Penambangan Data (Data Mining)
  • Pembelajaran Mesin (Machine Learning)
  • Pemrosesan Citra Digital (Digital Image Processing) – Minor

Silakan membaca dan berdiskusi terlebih dahulu mengenai judul. Jauh lebih baik apabila mencari referensi tidak hanya dari ruang baca FILKOM, tetapi dari Google Scholar, dll. Baca paper jurnal (journal) atau seminar (conference) dengan syarat kecukupan untuk paper internasional <= 10 tahun, sedangkan paper nasional <= 5 tahun.

Untuk referensi di bidang IR silakan dibaca atau cari tahu di:

Untuk referensi di bidang NLP silakan dibaca di aclweb (beberapa paper bisa diunduh)

Lebih umum bisa dicari di

Untuk IR bisa melihat di TREC (http://trec.nist.gov), CLEF () topik (track) apa yang sedang tren (tiap tahun biasanya berubah). Saya cek situsnya sedang down, jadi bisa cek juga track yang sedang tren di https://en.wikipedia.org/wiki/Text_Retrieval_Conference

Kerjakan sendiri, kita harus bisa membanggakan diri atas hasil karya kita sendiri.

Jun 122017
 
OAYXGY0

Dalam penulisan tidak jarang ditemui banyak sekali kesalahan penulisan yang tidak memenuhi kebakuan dan tidak sesuai dengan aturan yang dikenal sebagai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Mulai tahun 2015, EBI menggantikan aturan kebakuan yang sebelumnya dikenal sebagai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Saya pribadi merasa aneh kenapa hal ini bisa terjadi, padahal dari sekolah dasar (SD) sampai kuliah sudah mendapat pelajaran Bahasa Indonesia. Tidak heran sepertinya lebih banyak orang yang mendapat nilai Bahasa Indonesia yang jelek dibandingkan nilai bahasa asing lainnya. Hal ini mungkin karena kita cenderung menyepelekan (atau juga ignorant) penulisan yang baik dan benar.  Hal ini diperparah dengan gaya penulisan di pesan singkat, chatting, dll yang “suka-suka”. Imbasnya menulis email ke dosen hingga menulis karya ilmiah seperti skripsi banyak yang tidak tepat, tidak sopan, dan lain sebagainya.

Berikut ini saya rangkum kesalahan umum dan perbaikan yang seharusnya.

  1. Spasi pada penulisan tanda baca
    • Tanda “:” (titik dua): tidak boleh ada spasi sebelumnya. Di Microsoft Word, apabila ada spasi sebelum : maka pasti akan digarisbawahi karena itu adalah penulisan yang salah. Penulisan tanda baca ini sebenarnya bersifat universal, artinya semua bahasa memiliki aturan kebakuan yang sama. Perkecualian untuk pemerian (misalnya penulisan detail Tempat, Waktu, dll pada surat).
      Contoh: sebagai berikut : (salah) –> sebagai berikut: (benar)
    • Tanda “/” (garis miring), “-” (tanda hubung): tidak boleh ada spasi sebelum dan sesudahnya.
    • Tanda “.” (titik), “!” (tanda seru), “?” (tanda tanya): tidak boleh ada spasi sebelumnya tetapi harus ada spasi setelahnya. Titik adalah tanda berhenti penuh, perhatikan di bawah tanda seru, tanda tanya ada titiknya. Fungsinya adalah sebagai penanda akhir kalimat.
    • Tanda “,” (koma),  ”;” (titik koma): sama seperti tanda berhenti penuh, walaupun tanda koma adalah tanda berhenti setengah.
  2. Penulisan imbuhan di-, ke-, kata di
    Penulisan imbuhan di- dan kata di memiliki arti yang berbeda. Namun, banyak sekali salah penulisan, yang entah kenapa banyak yang tidak bisa membedakan apa fungsi keduanya.

    • Imbuhan di-: membentuk kata kerja pasif dari suatu kata kerja dasar.
      Penulisannya harus digabung antara di- kemudian kata dasar.
      Contoh: dipukul, ditetapkan, dianalisis, diatasi, dibuat, dikembangkan, dilaksanakan, dll.
    • Preposisi: kata depan untuk keterangan tempat.
      Penulisannya harus dipisah antara kata di dan kata keterangan tempatnya.
      Contoh: di atas, di bawah, di antara, di mana (pasti harus dipisah!),
  3. Penulisan kata berbahasa asing
    Penulisan kata berbahasa asing harus dicetak miring.
    Contoh: output, form, button, text, web, website, network (jejaring), server (peladen), client (klien), mouse (tetikus), email (surel/postel), file (berkas), system.
    Apabila kata berbasa asing mendapatkan imbuhan maka kata berbahasa asing harus dicetak miring, awalan/akhiran harus diikuti/diawali dengan tanda – (tanda hubung).
    Contoh: mem-parsing, meng-crawling, di-stemming, meng-output-kan
  4. Penulisan kata tidak baku
    analisa (salah) → analisis (benar)
    diagnosa (salah) → diagnosis (benar)
    hipotesa (salah) → hipotesis (benar)
    algoritma (salah) → algoritme (benar)
    syaraf (salah) → saraf (benar)
    dimana (salah) → di mana (benar)
  5. Diksi “dimana/di mana” dan “di antaranya”
    • “di mana/dimana”: pada penulisan rumus atau menjelaskan dengan klausa baru, umumnya banyak yang menggunakan kata “di mana/dimana” padahal dalam bahasa Indonesia tidak dikenal kata hubung (konjungsi) “di mana” karena kata “di” adalah preposisi. Kata yang benar untuk penghubung kalimat majemuk adalah “yang mana”, karena yang adalah kata hubung.
    • “di antaranya”: penggunaan di antaranya hanya digunakan apabila sesuatu terletak di tengah-tengah/di antara sesuatu yang lain di kanan dan kiri.
      Apabila ingin menyebutkan beberapa hal yang terkandung di dalam sesuatu, gunakan “antara lain:” bukan “di antaranya”.
  6. Tidak boleh ada ruang kosong di halaman bawahSebisa mungkin tidak boleh ada ruang kosong yang tersisa pada suatu halaman. Biasanya ada ruang kosong karena ada gambar atau tabel yang tidak muat. Sebisa mungkin harus diisi tulisan, misalnya yang ada di halaman belakang dimajukan ke depan, atau gambar yang diperkecil selama masih bisa terlihat, atau tabelnya dipotong (tapi harus hati-hati karena tidak boleh sembarang memotong tabel).
Jun 012017
 
19147-NS8WEN

Setelah lama tidak update, akhirnya menulis lagi. Semua kegiatan tulis menulis terhenti saat kuliah. Memang sih, saat kuliah konsentrasinya untuk menulis paper demi tugas kuliah dan tesis. Kalau dipikir-pikir satu tugas tiap matakuliah hampir sama dengan membuat mini-thesis/skripsi. Namun, akhirnya semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Dapat banyak ilmu baru meski masih merasa kurang banyak juga. But, it’s all worth it!

Selesainya kuliah, kembali lagi ke rutinitas sebagai dosen jelata. Mengajar, meneliti dan membuat paper, serta melakukan pengabdian masyarakat, belum lagi kegiatan-kegiatan lainnya seperti kepanitiaan, dll. Cukup culture shock juga, sebelumnya saat masih di Ilmu Komputer di bawah FMIPA, kegiatannya tidak segambreng sebanyak di PTIIK (sekarang FILKOM). Sekarang bisa 3-5x lebih banyak, literally! Dulu mengajar tidak sampai sebanyak sekarang dan jarang ada kegiatan-kegiatan lainnya, dulu juga tidak ada grup riset. 180 derajat berubah karena setiap dosen harus tergabung dan aktif dalam grup riset, KJFD, dll. Walaupun begitu tetap saja, menonton film itu wajib supaya tidak stres. Me-manage stres itu penting. Bekerja itu untuk hidup, jangan sampai hidup hanya untuk bekerja.

Dengan banyaknya tantangan yang ada sekarang, semoga bisa selalu konsisten dengan prinsip, berusaha jujur dan adil.

Ganbarimasu… :v

Its time to revive this blog either.

Nov 202012
 
04

Setiap Perguruan Tinggi pasti ingin menjadi World Class University (WCU), UB juga ingin menjadi World Class Entrepreneurial University (WCEU)Namun banyak yang masih belum mencapai peringkat teratas. Jangan sampai yang awalnya ingin menjadi WCU tetapi tinggal “WC” saja atau jadi WC-Umum. Terus bagaimana supaya bisa menjadi WCU? Jujur saya sendiri kurang begitu tahu karena belum pernah mencoba kuliah di top 10 university di dunia. Kalaupun dibilang isi tulisan ini omong doang, ya terserah saja, tulisan ini hanyalah opini saya dan harapan saya terhadap suatu PT yang bisa dikatakan WCU.

Dari kriteria pemeringkatan yang digunakan ada beberapa hal yang menjadi permasalahan dan harus dicari solusinya. Continue reading »

Nov 202012
 
04

Pemeringkatan WCU

Ada beberapa pemeringkatan yang digunakan dengan cara penilaian yang berbeda-beda untuk menentukan World Class University (WCU). Dalam tulisan ini saya hanya mencontohkan pemeringkatan dari TimesHigherEducation, ARWU, dan QS Top Universities serta kriteria yang umumnya digunakan. Lalu bagaimana dengan Perguruan Tingi di Indonesia yang ingin menjadi WCU? Continue reading »

Nov 132012
 
OEVLX90

Bagi yang suka bikin game tunjukkan kemampuanmu dan dapatkan hadiah 5 new iPad dalam Github Game Off. Walau terlambat menginformasikan karena deadline tanggal 1 December 2012 (jangan lupa dengan GMT nya) tapi semoga masih bisa ngebut. Terserah mau individu atau tim.

Semua source code game harus berbasiskan web (HTML5, JS, WebGL, Unity, Torque 3D, Node JS, Flash terserah mau pakai apa) harus diunggah ke master branch repository. Untuk lebih jelasnya silakan dibaca di situsnya https://github.com/blog/1303-github-game-off

Nov 102012
 
04

Beberapa fasilitas penunjan non akademik yang saya amati hanya beberapa saja. Fasilitas ini antara lain kantin, transportasi massal dan transportasi hijau, tempat parkir, ATM dan minimarket, serta pepohonan dan green area.

Kantin

Tempat satu ini sangat jarang sekali saya kunjungi. Biasanya kalau makan saya masak sendiri di rumah sekaligus mengurangi biaya pengeluaran. Beberapa kali saya ke sini, makanannya enak-enak dan termasuk murah :D Meja makan juga tersedia banyak. Continue reading »