Putra Pandu Adikara

Avatar of Putra Pandu Adikara

Personal blog: http://www.hikaruyuuki.com/ Official lecture blog: http://lecture.ub.ac.id/members/hikaruyuuki/

About Putra Pandu Adikara

Personal blog:
http://www.hikaruyuuki.com/

Official lecture blog:
http://lecture.ub.ac.id/members/hikaruyuuki/

Here are my most recent posts

Jun 122017
 
OAYXGY0

Dalam penulisan tidak jarang ditemui banyak sekali kesalahan penulisan yang tidak memenuhi kebakuan dan tidak sesuai dengan aturan yang dikenal sebagai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Mulai tahun 2015, EBI menggantikan aturan kebakuan yang sebelumnya dikenal sebagai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Saya pribadi merasa aneh kenapa hal ini bisa terjadi, padahal dari sekolah dasar (SD) sampai kuliah sudah mendapat pelajaran Bahasa Indonesia. Tidak heran sepertinya lebih banyak orang yang mendapat nilai Bahasa Indonesia yang jelek dibandingkan nilai bahasa asing lainnya. Hal ini mungkin karena kita cenderung menyepelekan (atau juga ignorant) penulisan yang baik dan benar.  Hal ini diperparah dengan gaya penulisan di pesan singkat, chatting, dll yang “suka-suka”. Imbasnya menulis email ke dosen hingga menulis karya ilmiah seperti skripsi banyak yang tidak tepat, tidak sopan, dan lain sebagainya.

Berikut ini saya rangkum kesalahan umum dan perbaikan yang seharusnya.

  1. Spasi pada penulisan tanda baca
    • Tanda “:” (titik dua): tidak boleh ada spasi sebelumnya. Di Microsoft Word, apabila ada spasi sebelum : maka pasti akan digarisbawahi karena itu adalah penulisan yang salah. Penulisan tanda baca ini sebenarnya bersifat universal, artinya semua bahasa memiliki aturan kebakuan yang sama. Perkecualian untuk pemerian (misalnya penulisan detail Tempat, Waktu, dll pada surat).
      Contoh: antara lain : (salah) –> antara lain: (benar)
    • Tanda “/” (garis miring), “-” (tanda hubung): tidak boleh ada spasi sebelum dan sesudahnya.
    • Tanda “.” (titik), “!” (tanda seru), “?” (tanda tanya): tidak boleh ada spasi sebelumnya tetapi harus ada spasi setelahnya. Titik adalah tanda berhenti penuh, perhatikan di bawah tanda seru, tanda tanya ada titiknya. Fungsinya adalah sebagai penanda akhir kalimat.
    • Tanda “,” (koma),  ”;” (titik koma): sama seperti tanda berhenti penuh, walaupun tanda koma adalah tanda berhenti setengah.
  2. Penulisan imbuhan di-, ke-, kata di
    Penulisan imbuhan di- dan kata di memiliki arti yang berbeda. Namun, banyak sekali salah penulisan, yang entah kenapa banyak yang tidak bisa membedakan apa fungsi keduanya.

    • Imbuhan di-: membentuk kata kerja pasif dari suatu kata kerja dasar.
      Penulisannya harus digabung antara di- kemudian kata dasar.
      Contoh: dipukul, ditetapkan, dianalisis, diatasi, dibuat, dikembangkan, dilaksanakan, dll.
    • Preposisi: kata depan untuk keterangan tempat.
      Penulisannya harus dipisah antara kata di dan kata keterangan tempatnya.
      Contoh: di atas, di bawah, di antara, di mana (pasti harus dipisah!),
  3. Penulisan kata berbahasa asing
    Penulisan kata berbahasa asing harus dicetak miring. Sebisa mungkin gunakan kata padanan berbahasa Indonesia.
    Contoh:

    button (tombol) form (borang) output
    client (klien) update (perbaharui) server (peladen)
    edit (ubah) web system (sistem)
    email (surel/postel) webpage (laman) text (teks)
    file (berkas) mouse (tetikus)
    flowchart (diagram alir) network (jejaring)

    Apabila kata berbahasa asing mendapatkan imbuhan maka kata berbahasa asing harus dicetak miring, awalan/akhiran harus diikuti/diawali dengan tanda – (tanda hubung). Contoh: mem-parsing, meng-crawling, di-stemming, meng-output-kan

  4. Penulisan kata tidak baku
    analisa (salah) → analisis (benar)
    diagnosa (salah) → diagnosis (benar)
    hipotesa (salah) → hipotesis (benar)
    algoritma (salah) → algoritme (benar)
    syaraf (salah) → saraf (benar)
    dimana (salah) → di mana (benar)
  5. Diksi “dimana/di mana” dan “di antaranya”
    • “di mana/dimana”: pada penulisan rumus atau menjelaskan dengan klausa baru, umumnya banyak yang menggunakan kata “di mana/dimana” padahal dalam bahasa Indonesia tidak dikenal kata hubung (konjungsi) “di mana” karena kata “di” adalah preposisi. Kata yang benar untuk penghubung kalimat majemuk adalah “yang mana”, karena yang adalah kata hubung.
    • “di antaranya”: penggunaan di antaranya hanya digunakan apabila sesuatu terletak di tengah-tengah/di antara sesuatu yang lain di kanan dan kiri.
      Apabila ingin menyebutkan beberapa hal yang terkandung di dalam sesuatu, gunakan “antara lain:” bukan “di antaranya”.
  6. Tidak boleh ada ruang kosong di halaman bawahSebisa mungkin tidak boleh ada ruang kosong yang tersisa pada suatu halaman. Biasanya ada ruang kosong karena ada gambar atau tabel yang tidak muat. Sebisa mungkin harus diisi tulisan, misalnya yang ada di halaman belakang dimajukan ke depan, atau gambar yang diperkecil selama masih bisa terlihat, atau tabelnya dipotong (tapi harus hati-hati karena tidak boleh sembarang memotong tabel).
Jun 012017
 
19147-NS8WEN

Setelah lama tidak update, akhirnya menulis lagi. Semua kegiatan tulis menulis terhenti saat kuliah. Memang sih, saat kuliah konsentrasinya untuk menulis paper demi tugas kuliah dan tesis. Kalau dipikir-pikir satu tugas tiap matakuliah hampir sama dengan membuat mini-thesis/skripsi. Namun, akhirnya semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Dapat banyak ilmu baru meski masih merasa kurang banyak juga. But, it’s all worth it!

Selesainya kuliah, kembali lagi ke rutinitas sebagai dosen jelata. Mengajar, meneliti dan membuat paper, serta melakukan pengabdian masyarakat, belum lagi kegiatan-kegiatan lainnya seperti kepanitiaan, dll. Cukup culture shock juga, sebelumnya saat masih di Ilmu Komputer di bawah FMIPA, kegiatannya tidak segambreng sebanyak di PTIIK (sekarang FILKOM). Sekarang bisa 3-5x lebih banyak, literally! Dulu mengajar tidak sampai sebanyak sekarang dan jarang ada kegiatan-kegiatan lainnya, dulu juga tidak ada grup riset. 180 derajat berubah karena setiap dosen harus tergabung dan aktif dalam grup riset, KJFD, dll. Walaupun begitu tetap saja, menonton film itu wajib supaya tidak stres. Me-manage stres itu penting. Bekerja itu untuk hidup, jangan sampai hidup hanya untuk bekerja.

Dengan banyaknya tantangan yang ada sekarang, semoga bisa selalu konsisten dengan prinsip, berusaha jujur dan adil.

Ganbarimasu… :v

Its time to revive this blog either.

Nov 222012
 
OEVLX90
Dapat dari milis tentang Lumia Apps Olympiad 2012. Siap-siap bikin aplikasi di Windows Phone dan menangkan hadiahnya!
Nokia Indonesia dan Microsoft Indonesia mengadakan sebuah kompetisi yang telah ditunggu-tunggu oleh para developer dari seluruh Indonesia. Kompetisi yang didukung oleh Radya Labs ini mengundang semua pengembang aplikasi baik mahasiswa maupun umum untuk berpartisipasi. Kompetisi ini terdiri dari beberapa kategori (dan akan terus bertambah) sebagai berikut: Continue reading »
Nov 202012
 
04

Setiap Perguruan Tinggi pasti ingin menjadi World Class University (WCU), UB juga ingin menjadi World Class Entrepreneurial University (WCEU)Namun banyak yang masih belum mencapai peringkat teratas. Jangan sampai yang awalnya ingin menjadi WCU tetapi tinggal “WC” saja atau jadi WC-Umum. Terus bagaimana supaya bisa menjadi WCU? Jujur saya sendiri kurang begitu tahu karena belum pernah mencoba kuliah di top 10 university di dunia. Kalaupun dibilang isi tulisan ini omong doang, ya terserah saja, tulisan ini hanyalah opini saya dan harapan saya terhadap suatu PT yang bisa dikatakan WCU.

Dari kriteria pemeringkatan yang digunakan ada beberapa hal yang menjadi permasalahan dan harus dicari solusinya. Continue reading »

Nov 202012
 
04

Pemeringkatan WCU

Ada beberapa pemeringkatan yang digunakan dengan cara penilaian yang berbeda-beda untuk menentukan World Class University (WCU). Dalam tulisan ini saya hanya mencontohkan pemeringkatan dari TimesHigherEducation, ARWU, dan QS Top Universities serta kriteria yang umumnya digunakan. Lalu bagaimana dengan Perguruan Tingi di Indonesia yang ingin menjadi WCU? Continue reading »

Nov 172012
 
3_150

Sebagai pengantar matakuliah Pemrosesan Citra Digital eBook ada e-Book gratis (Huiyu Zhou, Jiahua Wu, Jianguo Zhang). E-Book ini lumayan untuk menambah ilmu walaupun tidak sedalam buku Digital Image Processing (Gonzales). Lebih sedikitnya jumlah halaman semoga tidak membuat jenuh membacanya, namun apabila perlu materi lebih mendalam silakan membeli buku Digital Image Processing, 3rd Edition (Rafael C. Gonzales, Richard E. Woods). Buku DIP Gonzales biasanya digunakan sebagai text book dalam matakuliah Pemrosesan Citra Digital. Continue reading »

Nov 172012
 
3_150

Bagi yang berkutat di bidang Temu Kembali Informasi/Perolehan Informasi (Information Retrieval) biasanya memerlukan kamus kata dasar (root words) dan stopword list (atau stop list). Kata dasar semuanya pasti sudah tahu, yaitu kata yang belum mengalami perubahan kata (morfologis) seperti penambahan imbuhan awalan (prefix), akhiran (suffiix), sisipan (infix), infleksi, reduplikasi, dll. Ssedangkan stopword list adalah kata umum (common word) yang tidak memberikan informasi penting (yang biasanya tidak diacuhkan atau dibuang, misalnya dalam proses pembuatan indeks).

Supaya tidak kesulitan mencari-cari akhirnya saya mengunggah file-file tersebut. Kredit diberikan bagi mereka yang telah bersusah payah telah membuatnya. Ada beberapa file yang dapat diunduh, terserah mau pakai yang mana. Continue reading »